Pemain AS Roma Merasa Kelelahan
JAKARTA Tak ada yang istimewa dalam kunjungan AS Roma ke Indonesia. Selama 24 jam di Jakarta, Francesco Totti dan kawan-kawan hanya menjalani game internal di SUGBK, Sabtu (25/7). Sisanya, semua agenda dibatalkan secara sepihak oleh sang tamu.
"Serigala" mengaku kelelahan sehingga tak bisa menjalani kegiatan yang sudah diagendakan. Kelelahan di pra-musim sepertinya telah menjadi sinyal bahwa kekuatan tim asuhan Rudi Garcia itu seperti musim lalu. "I Lupi" bakal sulit mendapatkan satu trofi pun karena tak konsisten dan mengalami kelelahan di tengah kompetisi.
Dan, ternyata faktor lelah, sudah menjadi alasan masuk akal bagi profesionalitas tim ibu kota Italia itu. Puluhan bocah peserta coaching clinic yang sudah mengulum senyum karena akan bertemu dengan Totti maupun Daniele de Rossi, dipaksa kecewa. Begitu juga dengan sejumlah fan yang telah membayar untuk agenda meet andgreat.
Sudah begitu, saat menjalani latih tanding internal di SUGBK, Radja Nainggolan dan kawan-kawan tampak tak bergairah seperti pertandingan sebelumnya di Australia. Hanya ada beberapa kali aksi saja yang menimbulkan decak kagum.
Kondisi sepak bola Indonesia yang sedang disanksi FIFA pun berdampak signifikan. Dalam pertandingan bertajuk AS Roma Day itu, tak ada wasit resmi yang memimpin pertandingan. Hanya tiga asisten pelatih Rudi Garcia yang turun tangan. Sudah begitu, hakim garis tak menggunakan bendera melainkan hanya rompi berwarna kuning.
Babak pertama yang berlangsung 40 menit, hanya tercipta satu gol lewat Seydo Keita. Babak kedua, terjadi dua gol tambahan lewat ekseskusi penalti Totti dan gol sundulan Yangan Mbiwa yang memanfaatkan sepak pojok Nainggolan.
Usai pertandingan, setelah memberi salam hangat untuk Romanisti, sebutan fan AS Roma, Juan Iturbe dan kawan-kawan langsung masuk ke ruang ganti. Nainggolan sempat memberikan keterangan, tetapi hanya pada media tertentu yang dikawal lingkaran tali plastik. Begitu pula dengan Rudi Garcia yang pergi dengan raut muka datar.
"Mereka ngambek. Sudah sejak dari hotel begini," kata salah satu pihak keamanan yang mengawal pemain AS Roma selama berada di Indonesia. Alhasil, tak ada pernyataan yang bisa didapatkan media massa Indonesia selama kunjungan AS Roma. Sebaliknya, media massa Italia mendapat porsi lebih bersahabat
Hargai Indonesia
Kendati catatan kedatangan AS Roma ke Indonesia terkesan kurang ramah, pihak Nine Sports mengaku bersyukur. CEO Nine Sports, Arif Putra Wicaksono, mengungkapkan bahwa pasar sepak bola Indonesia masih dihargai di Eropa.
la pun optimistis, jika sepak bola Indonesia dikelola dengan baik, Indonesia bisa mengejar ketinggalan di pentas dunia. "Makanya, kami" berharap bisnisnya dibenarkan seperti gaji pemain tak ada lagi yang tertunggak," kata Arif.
ABDUL SUSILA - Top Skor

0 comments:
Post a Comment